Akomodasi Ragam Output Ilmiah Lulusan, Pascasarjana UMPR Mutakhirkan Panduan Tugas Akhir: Dari Disertasi hingga Policy Brief

PALANGKARAYA, 24 Juni 2026 – Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) terus melakukan langkah terobosan dalam memperkuat ekosistem riset yang adaptif dan berdampak. Pada Rabu (24/6/2026), Pascasarjana UMPR sukses menyelenggarakan “Workshop Panduan Karya Tugas Akhir” di Auditorium Pascasarjana. Secara progresif, workshop ini merumuskan standardisasi empat jalur penyelesaian studi sekaligus, yakni Disertasi, Tesis, Artikel Ilmiah, dan Policy Brief.

Acara berskala strategis ini dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan universitas, di antaranya Rektor UMPR Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., para Wakil Rektor, jajaran pimpinan Direktorat terkait, Direktur Program Pascasarjana Dr. apt. M. Rizki Fadhil Pratama, S.Farm., M.Si., para Koordinator Program Studi (Kaprodi), serta seluruh dosen pengajar dan pembimbing di lingkungan Pascasarjana UMPR.

Dalam sambutan sekaligus arahannya, Rektor UMPR menyampaikan bahwa perluasan bentuk tugas akhir ini merupakan wujud nyata transformasi UMPR dalam merespons Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi sekaligus menjawab kebutuhan peradaban yang makin kompleks.

“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan tumpukan tebal laporan penelitian yang tersimpan di rak perpustakaan. Kita butuh diversifikasi output: Disertasi yang melahirkan kebaruan teori (novelty), Tesis yang menguji kedalaman analisis, Artikel yang menyapa komunitas ilmiah global, hingga Policy Brief yang menawarkan solusi konkret bagi para pemangku kebijakan di pemerintahan. Empat jalur ini adalah jembatan UMPR untuk memberi dampak nyata,” tegas Rektor UMPR.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Program Pascasarjana UMPR menjelaskan bahwa tantangan terbesar dari dibukanya empat jalur ini adalah menjaga ekuivalensi (kesetaraan) bobot ilmiahnya. Workshop ini didesain agar tidak ada anggapan bahwa satu jalur lebih “mudah” atau lebih “sulit” dibandingkan jalur lainnya.

“Hari ini kita mengunci parameter ukurnya. Sebagai contoh, jalur Policy Brief tidak boleh dipandang lebih ringkas dari Tesis; ada metodologi berbasis bukti (evidence-based policy) yang harus dipenuhi di sana. Begitu pula kualifikasi jurnal untuk jalur Artikel, serta pematangan standar promotor untuk Disertasi seiring berkembangnya program doktoral kita,” paparnya.

Diskusi berjalan dinamis dan mendalam, membedah draf panduan mulai dari tata tulis, format penulisan, rubrik penilaian, etika penulisan, hingga hak kekayaan intelektual (HKI) atas karya mahasiswa. Panduan ini ditargetkan segera disahkan dan dapat disosialisasikan secara masif kepada seluruh mahasiswa magister dan doktor Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. (my)