
PALANGKA RAYA, 20 Juni 2026 – Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tantangan agrikultur modern, Program Studi Ilmu Pertanian, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) sukses menggelar acara Kuliah Pakar pada hari ini, Sabtu, 20 Juni 2026.
Bertempat di Auditorium Pascasarjana UMPR, acara ini menghadirkan pakar pertanian terkemuka, Dr. Muhammad Anang Firmansyah, S.P., M.Si. dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Tengah sebagai pemateri utama.
Acara ini diawali dengan sambutan sekaligus dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana UMPR, Bapak Dr. apt. M. Rizki Fadhil Pratama, S.Farm., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran narasumber dan menekankan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan wawasan keilmuan para mahasiswa magister.
“Kuliah pakar ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi sivitas akademika UMPR. Kami berharap kehadiran Dr. Anang dapat memberikan pencerahan dan transfer ilmu langsung dari pakar di lapangan, sehingga mahasiswa Pascasarjana UMPR tidak hanya kuat secara teoritis, namun juga tajam dalam melihat persoalan dan solusi riil pertanian, khususnya di wilayah lahan basah Kalimantan Tengah,” ungkap Dr. Rizki Fadhil Pratama saat membuka acara.

Kegiatan bergengsi ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa program magister ilmu pertanian, jajaran dosen, serta para praktisi dan pemangku kepentingan di sektor pertanian daerah. Kuliah pakar ini dirancang sebagai wadah interaktif untuk menjembatani teori akademis yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas dan inovasi di lapangan.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Anang Firmansyah menyoroti pentingnya integrasi riset yang berkelanjutan dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan potensi lahan dan hasil pertanian, khususnya yang memiliki karakteristik spesifik seperti di wilayah Kalimantan Tengah.
“Tantangan pertanian kita ke depan bukan hanya soal peningkatan kuantitas panen, tetapi juga soal adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengelolaan lahan marginal secara berkelanjutan. Di sinilah peran krusial akademisi dan peneliti untuk melahirkan inovasi yang aplikatif bagi masyarakat,” papar Dr. Anang di hadapan para peserta.
Melalui forum diskusi yang hangat pada sesi tanya jawab, para peserta diajak untuk berpikir kritis mengenai isu-isu strategis, mulai dari pengelolaan tata air, inovasi pemupukan lahan gambut, hingga strategi hilirisasi produk pertanian lokal Kalimantan Tengah.
Ke depannya, Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UMPR berkomitmen untuk secara rutin menyelenggarakan kegiatan serupa dengan menggandeng berbagai pakar, praktisi, dan institusi riset lainnya guna mewujudkan visi UMPR yang unggul dan berkemajuan. (my)

